L

ahir di Pekanbaru 13 Juli 1977. Menyelesaikan studi IAIN (sekarang UIN) Jakarta pada tahun 2001 dengan menulis penelitian berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci. Tahun 2004 mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris. Merampungkan tesis master dengan judul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Tahun 2004 mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris. Merampungkan tesis master dengan judul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Pada tahun 2010 dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS), meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, the University of Queensland, Australia. Telah menyelesaikan PhD, dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeas Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia). Menjadi Direktur Eksekutif MAARIF Institute (2005-2009). Sekarang menjadi Direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII). Aktif menulis berbagai Media Nasional, seperti Kompas, Tempo, Republika, dll.

 

Posted by Raja Juli Antoni

Category Artikel

Illustration-your-way-my-way-street

Entah Sejak Kapan

Entah sejak kapan kita bersimpangan jalan. Rasanya dulu kita berteman. Berjalan beriringan. Berkelana mencari kebenaran. Entah sejak kapan jembatan yang menghubungkan kita dirobohkan. Tanyalah mereka ...

Posted by Raja Juli Antoni

Category Artikel

rja-11

Adil untuk Keadilan

SejakĀ  masih dalam rahim, suara bias sarat ketidakadilan itu sudah acap terdengar. Kadang dibungkus dengan semacam doa dan harapan. Tapi tetap saja menebar aroma tidak sedap penuh ketidakadilan. R...

Posted by Raja Juli Antoni

Category Berita

raja-juli-antoni

#nodrivingunder17, PSI: Jangan Biarkan Masa Depan Anak Direnggut Jalan

Jakarta – Banyaknya siswa sekolah yang belum genap berusia 17 tahun membawa kendaraan bermotor menjadi keprihatinan. Salah satunya dari partainya anak muda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), y...